TOLOK UKUR
Allah memang kasih kita perasaan. Tapi perasaan tersebut bukan untuk dimanja.. alias apa2 diturutin.. Istilah kekiniannya 'ga mood' or 'anything' .. xixixi
Ketika Allah kasih kita perasaan, haruslah digunakan sesuai kadar nya dijalan Allah.. Wah seperti apatuh?
misal nih, ada sesuatu yang nggk sesuai dengan perasaan kita. Lantas kita uring2an, menyalahkan Allah, dsb. Nah bisa jadi hal tsb merupakan ujian yg allah kasih. Allah pengen liat bagaimana perbuatan kita. Apabila perbuatan kita sesuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah, maka selamatlah kita. Akan tetapi, jika perbuatan kita mendurhakai Allah atas apa yang kita rasakan, maka celakalah kita.
Kita juga tidak bisa mengukur baik buruk, benar salah dengan perasaan kita. misal kita merasa orang itu faqih dalam agamanya, tapi kok gitu yaa.. kok melakukan hal yg ga baik yaa..
Namanya juga hati manusia, ada kalanya hati dan iman goyah. Dalam kondisi tersebut, tak sedikit seorang hamba yang mulanya taat dan rajin beribadah justru menjadi kufur bahkan menyekutukan Allah. Rasulullah bersabda:
"Sesungguhnya hati bani Adam yang berada di antara dua jari Dzat Yang Maha-Rahman itu bagaikan satu hati saja. Dia selalu mengubah-ubahnya sesuai dengan kehendak-Nya." (HR. Tirmidzi)
Nah kembali lagi nih ke konsep awal bahwa baik buruk seseorang bukan ditentukan dari faqihnya ilmu agamanya. Akan tetapi dari sesuaikah perbuatannya dengan Al Qur'an dan As Sunnah. Apabila sesuai, maka silahkan ditiru. Jika tidak, maka ingatkan agar tersadar. mungkin dia lagi futur, lagi lupa dan butuh pengingat. maka disitulah kita dapat mengambil peran untuk menyampaikan pengingat dengan cara yang ma'ruf.
Terkait dengan hal diatas, Allah telah sampaikan dalam surah Al Asr yang berbunyi..
وَٱلْعَصْرِ
"Demi masa."
إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَفِى خُسْرٍ
"Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian."
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ
"Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran."
Rasulullah pun mengajarkan beberapa doa agar hati kita dituntun-Nya untuk teguh dalam agama yang mulia ini..
اللَّهُمَّ يا مُقَلِّبَ القُلُوبِ ثَبِّتْ قَلبَيْ على دِيْنِكَ،
"Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku atas agama-Mu." (HR. Ahmad).
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا
“Ya Tuhan kami, janganlah engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah engkau beri petunjuk kepada kami.” (HR. Tirmidzi).
اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ، وَلَا تَجْعَلْهُ مُلْتَبِسًا عَلَيْنَا فَنَضِلَّ، وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
"Ya Allah tunjukkanlah kepada kami yang benar itu benar dan bantulah kami untuk mengikutinya, dan tunjukkanlah kepada kami yang batil itu batil dan bantulah kami untuk menjauhinya.
Semoga bermanfaat.. Barakallahu fiikum
Arbi'aa`i, 13 Sya'ban 1443 H
Comments
Post a Comment