JODOH IMPIAN


Untukmu Calon Imamku

Lagu dari Meyda Sefira dan Luthfiyah Nur


Puisi : 

Untukmu Calon Imamku

Kutulis kisah ini dimalam - malamku yang panjang

Bagai goresan getar hati dalam rindu yang tertahan


Untukmu, seseorang yang akan menemaniku dimasa depan

Kamu?, Siapa Kamu?, Siapa Namamu?, Dimana Kamu berada?


Aku menantimu bersama semua pengabdianku yang tertunda

Bersama segenap cinta yang tak akan sempurna bila Engkau tak kunjung hadir dihadapanku


Untukmu calon Imamku yang aku tidak tahu dimana engkau berada

Suatu saat bila engkau datang tolong cintai aku karena Allah

Bimbinglah aku, jadilah Imam dalam Sholatku


Izinkan bakti dan taatku menyatu bersama senyum diwajah teduhmu

Izinkan cinta dan rinduku terpatri kuat didalam hati dan pikiranku


Untukmu calon Imamku yang entah sedang apa?

Ketahuilah aku ini adalah orang asing untukmu

Nanti terangkanlah apa - apa yang tidak kumengerti darimu

Terangkanlah apa - apa yang tidak engkau sukai

Agar aku bisa mengenalmu secara utuh


Untukmu calon imamku yang sedang memantaskan dirinya dihadapan Allah

Ketahuilah, bahwa akupun disini selalu menantimu dalam taat

Menanti untuk menjadi belahan jiwamu

Menanti untuk menjadi penyejuk hatimu


Kau yang tertulis di Lauhul Mahfuz

Kau adalah rahasia terbesarku

Kehadiranmu menyempurnakan hidupku


Kau yang kusebut di dalam doaku

Kau yang menjadi imam di hidupku

Kehadiranmu menyempurnakan imanku


Ku menunggu dalam sabarku

Kuikhlaskan semua harapanku

Bersamamu di masa depanku

Membangun cinta

Membangun syurga

Menggapai ridhoNya


Puisi : 

Dan aku menanti menjadi bidadari untukmu

Sampai bertemu pada suatu masa

Calon Imamku


Lirik lagu diatas luar biasa sekali yaa kan yaa kannn??? Hehehe.. Ketika seseorang ditanya mengenai 'Jodoh Impian' pasti jawabannya beragam. Ada yang bilang jodoh impian itu dia yang sosoknya tinggi dan good looking. Ada juga yang menyatakan jodoh impian itu dia yang royal ga pelit. Bahkan ada yang bilang jodoh impian tuh dia yang berpangkat, anaknya konglomerat, kaya tujuh turunan ga habis habis. WeKaWeKaWeKa.. 

Untukku, 'Jodoh Impian' itu cukup dia yang taat, tunduk, patuh secara total kepada syariat Allah. Dia yang merasa selalu diawasi oleh Allah dalam setiap tingkah lakunya baik ketika bersama orang lain maupun sendiri. Pemikirannya adalah pemikiran islam. Tingkah lakunya adalah cerminan dari pemikirannya. Sehingga terciptalah syakhsiyah islamiyah dalam dirinya. Dia yang selalu menjaga marwahnya dengan mengetahui dan menerapkan batasan berinteraksi dengan lawan jenis. Tidak bermudah-mudahan dengan lawan jenis baik didunia nyata maupun dunia maya, apalagi dunia ghaib H3H3H3. Dia yang selalu mengajak untuk taat dan berjuang amar ma'ruf nahi munkar fi sabilillah. Menurutku laki-laki yang benar-benar berVISI surga akan mampu membina rumah tangga dan nantinya menghasilkan generasi yang bertaqwa serta tangguh dalam menegakkan agama Allah. Peradaban yang gemilang berawal dari fondasi keluarga yang bertaqwa kepada Allah, saling menasihati dalam kebaikan, berusaha menghindari yang syubhat dan haram. Ketika generasi sudah terbentuk dari keluarganya, maka aturan-aturan (syariat) Allah akan tegak. 

Sekarang yang bisa dilakukan untuk menanti jodoh impian yaitu dengan terus taat lillahi ta'ala, menjalankan ibadah mahdhah baik yang wajib maupun sunnah serta terus berdoa. Penting juga mengetahui bahwa pernikahan merupakan ibadah untuk menyempurnakan separuh agama. 

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,  ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نَصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي

“Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 625). 

Selain itu menikah disebutkan oleh Allah sebagai mitsaqon ghalidzan yang artinya perjanjian yang agung. Allah ta'ala berfirman dalam surah An Nisa ayat 21 bahwasanya : 

  وَكَيْفَ تَأْخُذُوْنَهٗ وَقَدْ اَفْضٰى بَعْضُكُمْ اِلٰى بَعْضٍ وَّاَخَذْنَ مِنْكُمْ مِّيْثَاقًا غَلِيْظًا

"Dan bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal kamu telah bergaul satu sama lain (sebagai suami-istri). Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil perjanjian yang kuat (ikatan pernikahan) dari kamu."

"Perjanjian Agung Pernikahan" didalam Alquran disejajarkan dengan predikatnya para Rasul yang diberi gelar Ulul Azmi yaitu Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa (lihat QS. Al-Ahzab: 7). Perjanjian Agung ini juga didalam Alquran disejajarkan antara Allah dengan Bani Israil yang diceritakan bahwa dalam melakukan perjanjian ini sampai-sampai Allah angkat Gunung Thursina di atas kepala Bani Israil (lihat QS. Al-Nisa: 154). Maka sangat dipastikan perjanjian ini bukan perjanjian main-main. 

Karena itulah dalam penantian kita sangat butuh bekal yaitu ilmu. Dengan ilmu kita dapat mengetahui bagaimana tindakan yang harus dilakukan jika dihadapkan dengan suatu masalah dan lain sebagainya. Dengan begitu, kita akan belajar banyak hal dan mendapat sudut pandang baru yang mana nanti dapat kita aplikasikan setelah menikah. 

Ibnu Qayyim Rahimahullah mengatakan, 

“Orang yang beramal tanpa ilmu bagai orang yang berjalan tanpa ada penuntun."

Yuk Ahsanti, kita bersama-sama meningkatkan kualitas diri kita sembari mendekatkan diri kepada Allah dalam masa penantian ini. Insyaallah nanti kita akan menjadi bidadari yang membanggakan imam kita. Sesungguhnya Allah ta'ala telah memberitahu kita lewat firmanNya yang berbunyi :

 اَلْخَبِيْثٰتُ لِلْخَبِيْثِيْنَ وَالْخَبِيْثُوْنَ لِلْخَبِيْثٰتِۚ وَالطَّيِّبٰتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَالطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبٰتِۚ اُولٰۤىِٕكَ مُبَرَّءُوْنَ مِمَّا يَقُوْلُوْنَۗ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ ࣖ

"Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang benar-benar baik untuk laki-laki yang benar-benar baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga)." (Surah An Nur ayat 26)


BARAKALLAHU FIIKUNNA 


Comments

Popular posts from this blog

RIDHALLAH

MANUSIA ISTIMEWA