MANUSIA ISTIMEWA
Allah SWT berfirman dalam Hadis Qudsi :
وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيهِ ، وَمَا يَزالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإِذَا أحْبَبْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يَبْطِشُ بِهَا ، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإنْ سَألَنِي أعْطَيْتُهُ ، وَلَئِن اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ
Artinya :
Dan tidaklah seorang hamba mendekat kepada-Ku; yang lebih aku cintai daripada apa-apa yang telah Aku fardhukan kepadanya. Hamba-Ku terus-menerus mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku pun mencintainya. Bila Aku telah mencintainya, maka Aku pun menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia pakai untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan menjadi kakinya yang ia pakai untuk berjalan. Bila ia meminta kepada-Ku, Aku pun pasti memberinya. Dan bila ia meminta perlindungan kepada-Ku, Aku pun pasti akan melindunginya.
Dari hadist qudsi diatas, sudah jelas kita ketahui siapa sih manusia yang istimewa itu? Ya. Manusia istimewa tentulah bukan seseorang dengan amalan yang biasa - biasa saja. Manusia istimewa pasti memiliki amalan yang luar biasa. Contoh dari manusia luar biasa adalah Sultan Mehmed II atau lebih dikenal dengan Muhammad Al Fatih. Dari kecil sang ayah memberikan guru terbaik untuk beliau yaitu Syekh Ahmad Al Qur'ani sebagai guru yang menanamkan adab - adab dan karakter dalam Al Qur'an. Lalu, Mehmed II kecil juga diajar oleh seorang guru multitalent yang bernama Syekh Aaq Syamsuddin. Syekh Aaq Syamsuddin memberikan ilmu kepada Mehmed II dengan bercerita, mulai dari sirah nabi, perjuangan para sahabat, sampai perjuangan keluarga Mehmed II yang gagal dalam menaklukkan Konstatinopel.
Pada suatu waktu, Mehmed II kecil yang berumur sekitar 5 - 8 tahun diajak oleh sang guru yaitu Syekh Aaq Syamsuddin untuk melihat bangunan Aya Shaffiyah (Gereja megah di kota Konstatinopel) dari kejauhan dan terjadilah percakapan diantara keduanya :
Sang guru : "Nak, bapakmu pernah kesana, tapi ia gagal. Kakekmu juga pernah kesana, tapi kakekmu gagal. Buyut - buyutmu sampai turunan ketujuh sudah pernah kesana, tapi mereka gagal. Dan setelahmu juga tidak akan pernah bisa."
Mehmed II kecil : "Kenapa Syekh?"
Sang guru : "Karena saya senantiasa minta kepada Allah Ta'ala dalam setiap sujud saya, dalam setiap tahajud saya bahwasanya yang disebut dengan sebaik - baik Panglima dan sebaik - baik pemimpin pasukan dalam hadist Rasulullah adalah ananda (Mehmed II)."
Setelah itu Mehmed II yakin bahwa yang mampu mewujudkan bisyaroh Rasulullah adalah dirinya. Keyakinan tersebut tertancap kuat diazzamkan dalam hati sanubarinya. Mentalnya terbentuk kuat dan beda dari manusia biasa.
Hasil dari keyakinan tersebut membuat Mehmed II menjadi Sultan ketika berumur 12 tahun dan menguasai 8 bahasa pada umur 16 tahun. Luar biasanya semenjak baligh sampai meninggal, Mehmed II tidak pernah meninggalkan shalat rawatib dan tahajud sekalipun karena permintaannya kepada Allah ingin menaklukkan Konstatinopel. Beliau selalu ingat akan sabda Rasulullah bahwa penakluk Konstatinopel adalah Panglima terbaik dan Pemimpin pasukan terbaik.
Jika terbaik berarti harus yang paling dekat dengan Allah. Kalau mau mendekati Allah, tidak mungkin menggunakan amalan - amalan biasa seperti yang disampaikan Rasulullah dalam hadist qudsi diawal tersebut.
Singkat cerita, Mehmed II berhasil menaklukkan Konstatinopel bersama para pasukannya. Beliau diberi gelar Al Fatih yang berarti Sang Penakluk.
Pada kesempatan kali ini penulis hendak menyampaikan kepada diri sendiri terutama dan teman - teman sekalian bahwa jika kita menginginkan sesuatu yang luar biasa, maka jangan melakukan amalan yang biasa saja.
**Rumus : Semakin dekat (taat) dengan Allah = Semakin istimewa dihadapan Allah.
Sudah siap menjadi manusia istimewa dihadapan Allah? Yukk, taat bareng 💗

Comments
Post a Comment