Apa Yang Kita Cari?

 


Bertubi-tubi kabar duka terdengar dari saudara, kerabat, para asatidz dan asatidzah 'izzul Islam wal muslimin'. Ketika ajal menjemput tidak peduli usia belia, muda, maupun tua. Semua akan kembali kepada Allah dan dunia akan kita tinggalkan. Cukuplah menjadi nasihat atas kelalaian sekaligus pengingat untuk kita bahwa sejatinya “Apa yang kita cari?”.


Mempersiapkan bekal terbaik

Dari Abu Barzah, Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ

"Tidak akan bergeser kedua kaki seseorang hamba pada hari kiamat nanti sampai ditanya 4 perkara ini : Umurnya, untuk apa dia habiskan; Ilmunya sejauh mana dia amalkan; Hartanya dari mana dan digunakan untuk apa; serta tubuhnya untuk apa dia manfaatkan. (Hadist Riwayat At-Tirmidzi No.2417).

Dari hadist diatas kita mengetahui bahwa hidup kita di dunia ini ada batasnya, dibatasi oleh waktu, suatu saat kita akan meninggal nantinya. Kemudian kita akan ditanya tentang ilmu yang merupakan kunci utama dalam menjalani kehidupan. Sebagai seorang muslim hendaknya kita menyampaikan ilmu yang bermanfaat, sehingga banyak yang tercerahkan oleh islam. Ilmu tersebut haruslah membawa rasa takut dan ketundukan total kepada Allah SWT. Pertanyaan selanjutnya mengenai harta yang didapat dan untuk apa saja harta tersebut digunakan. Mafhumnya, kita diperintahkan untuk memperoleh harta dengan jalan yang halal dan membelanjakannya dijalan Allah. Terakhir adalah pertanyaan mengenai jasad yang dikaruniai Allah disertai panca indra, akal pikiran, dan hati. Karenanya harus dimanfaatkan untuk mengabdi kepada Allah bukan untuk bermaksiat dan menjauh dari Allah.  


Wahai saudaraku...

Sesungguhnya usia dan waktu kita sangatlah terbatas. Tiada satupun manusia yang yakin, jika ia dapat hidup terus hingga tua. Kapan lagi kita akan mendekat kepadaNya? Mampukah kita menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan di Yaumul Qiyamah nanti?

        Mari kita renungkan bersama pertanyaan-pertanyaan diatas. Kita cek bersama, adakah diri kita tercatat dalam timbangan kebaikan? Mulai kita mendekat padaNya, menghisab diri kita, lalu bertaubat sesungguh-sungguhnya. Taat secara total tanpa tapi kepada sang Rabbul Izzah. Semoga ilmu, umur, harta, dan badan yang kita miliki dapat kita manfaatkan dalam memperoleh ridha Allah SWT.

 

Comments

Popular posts from this blog

RIDHALLAH

MANUSIA ISTIMEWA

JODOH IMPIAN