Terjaga dalam Kesucian "Maryam Binti Imran"
Maryam Binti Imran adalah seorang perempuan yang sangat menjaga izzah (kehormatan, kemuliaan) dan iffah (menahan) hingga tidak ada seorang laki-laki pun menyentuh tubuhnya. Sepanjang hidupnya, Maryam hanya mengenal tiga laki-laki yaitu pamannya (Nabi Zakaria As), saudara laki-lakinya (Harun), dan anaknya (Nabi Isa As). Begitu istimewanya Maryam sampai-sampai namanya diabadikan dalam sebuah surah di Al Qur'an yaitu surah Maryam.
Pernah suatu ketika, malaikat Jibril datang menemui Maryam dengan wujud laki-laki tampan dan berfisik sempurna, hingga jika ada perempuan yang melihatnya tidak akan pernah bisa berhenti memandanginya. Tetapi Maryam tidak demikian, justru ia memohon perlindungan kepada Allah SWT.
Secara naluri, seorang perempuan pasti memiliki ketertarikan pada laki-laki. Tetapi Maryam menjaga naluri itu. Ia tidak sembarang dekat dengan laki-laki yang bukan mahram. Ia menjaga diri agar tidak mudah digoda oleh laki-laki. Ia juga tidak membiarkan dirinya sampai menggoda laki-laki. Maryam sangat paham bahwa kemuliaan yang sesungguhnya ialah dengan menjaga ‘izzah dan ‘iffah karena Allah.
Lalu bagaimana dengan kita ahsanti?
Sudahkah kita menjaga izzah dan iffah sebagai akhlak tertinggi dan mulia yang dicintai oleh Allah? Apakah islam sudah kita terapkan secara total dalam kehidupan?
Semoga dengan kisah Maryam diatas, dapat menyadarkan kita betapa mahal dan berharganya muslimah yang menjaga izzah dan iffah karena Allah SWT. Menjaga sebuah harga diri mulia nan agung yang harus ada dan menghiasi setiap relung jiwa seorang muslimah. Tidak bermudah-mudahan dengan lawan jenis yang bukan mahram serta senantiasa memuji keagungan Allah. Kepatuhan dan ketundukan Maryam kepada aturan Allah, takut pada siksa serta murka Allah dan selalu mencari keridhoanNya mengajarkan bahwa kita pun butuh taat kepada Allah secara total.
Allahumma aamiinn
Barakallahu fiik

Comments
Post a Comment